cursor

Tinkerbell Pink Glitter Wings

Senin, 13 April 2015

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTROPLATING



I.             HARI, TANGGAL PERCOBAAN
22 Oktober  2014

II.           HARI, TANGGAL LAPORAN
29 Oktober  2014

III.         TUJUAN
Siswa dapat melaksanakan proses elektroplating

IV.        TEORI DASAR
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Pada proses ini, logam yang akan disepuh dijadikan katoda dan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektroda ini dicelupkan dalam larutan elektrolit garam dari logam penyepuh. Pada proses penyepuhan, di katoda akan terjadi pengendapan logam penyepuh dan anodanya akan larut terus menerus.
Jenis larutan elektrolit yang dipakai dalam elektroplating ialah elektrolit asam, netral dan basa. Dinamakan larutan elektrolit sebab dapat menghantarkan arus listrik.

V.          ALAT

       1.     Gelas piala
8. Pemanas
       2.    Pipet tetes
9. Corong
       3.    Gelas ukur
10. Timbangan
       4.    Statif
11. Amplas
       5.    Kabel
12. Thermometer
       6.    Penjepit mulut buaya
13. Sumber arus
       7.    Elektroda
14. Tali/kawat

VI.        BAHAN
       1.     Lempengan logam 
    2.   NaOH
      3.   H2SO4
    4.   Na2CO3
5.   CuSO4



VII.      PROSEDUR

A.Tahap Pengerjaan Awal
v                                           Pembersihan Secara Mekanik
1.     Amplas permukaan benda kerja, hingga halus dan hilang karat yang menempel padabenda kerja
2.    Celupkan benda kerja ke dalam air
v                                         Pembersihan Lemak dan Minyak
1.     Pembuatan larutan pencuci lemak dan minyak
Campurkan 3,21 gram NaOH dan 6,25 gram Na2CO3 kemudian larutkan dan tambahkan air hingga volumenya 250 ml
2.    Cara menghilangkan lemak dan minyak :
Celupkan benda kerja yang telah diamplas dalam larutan pencuci lemak dan minyak yang telah dipanaskan pada suhu 70˚C selama 15 menit
v                                         Pembersihan Karat
1.     Pembuatan larutan penghilang karat
Campurkan 10 ml H2SO4 pekat dan larutkan dalam 40 ml aquades
2.    Penghilangan karat
Celupkan benda kerja dalam larutan pencuci karat selama 15 menit pada suhu 40˚C – 60˚C
v                      Pembilasan dan Penimbangan
1.  Setelah dicuci denganpencuci alkali dan pencuci karat, bilas dalam aquades sehingga lempeng bersih dari karat maupun lemak dan minyak
2.    Selanjutnya keringkan lalu timbang berat awalnya

B, Tahap Pelapisan
v                                             Pembuatan Larutan Elektrolit
Campurkan 20 ml larutan CuSO4 2M dan tambahkan larutan H2SO4 10% hingga pH larutan terukur 1
v                                             Proses Elektroplating
1.     Hubungkan anoda dengan kutub positif pada sumber arus, dan katoda pada kutub negative.
2.    Anoda yang digunakan adalah logam tembaga dam katodanya adalah lempeng besi (benda kerja)
3.    Celupkan anoda dan katoda pada larutan elektrolit dan alirkan arus 1 Ampere selama 10 menit
4.    Putuskan arus dan angkat logam kerja, keringkan kemudian timbang
VIII.    DATA PENGAMATAN
KETERANGAN
HASIL PENGAMATAN
1.     Bentuk benda kerja
Kunci dan ada lubang di tengahnya
2.    Keadaan benda kerja sebelum di plating
Warnanya perak dan ada karatnya sedikit
3.    Keadaan benda kerja setelah di plating
Warnanya menjadi coklat kemerahan seperti warna lempeng tembaga dan ada warna hitamnya sedikit.
4.    Hasil pelapisan pada benda kerja
Terlapisi 100%, Pelapisannya merata, warnanya merata dan tidak rapuh
5.    Berat benda kerja sebelum pelapisan
7,7450 gram
6.    Berat benda kerja setelah pelapisan
7,7678 gram

7.    Perkiraan luas benda kerja yang terlapisi
7,892 cm2

IX.        PEMBAHASAN
Sifat besi adalah mudah mengalami korosi ketika kontak dengan udara. Oleh karena itu perlu adanya pelapisan dengan logam lain agar besi tidak mudah mengalami korosi. Sifat besi yang pada dasarnya rentan terhadap korosi maka sebelum dilakukan electroplating perlu adanya pembersihan permukaan lempeng tersebut.

Pada tahap pengerjaan awal dilakukan proses pembersihan lempeng besi. Proses pembersihan lempeng besi dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembersihan secara mekanik, pembersihan lemak dan minyak, serta pembersihan karat. Proses pembersihan karat dilakukan dengan menggunakan amplas, yang mana pada tahap ini pengamplasan bertujuan untuk menghilangkan sebagian karat dan juga memperhalus permukaan lempeng. Penghalusan lempeng bertujuan agar hasil pelapisan bias rata dan juga halus sehingga bias tampak lebih indah. Penghilangan karat pada tahap ini hanya sebagian saja yang bias dihilangkan. Oleh karena itu pada tahap selanjutnya akan dibersihkan lagi.
Penghilangan lemak dan minyak dilakukan dengan mencelupkan lempeng yang telah halus kedalam larutan alkali.yang terdiri dari campuran NaOH dan Na2CO3. NaOH pada tahap ini berfungsi untuk menyabunkan lemak dan minyak yang menempel pada lempeng besi. Ketika lipid telah tersabunkan maka secara otomatis akan terlepas dari lempeng dan terlarut dalam larutan pencuci. Pada proses ini terlihat adanya lapisan-lapisan tipis lemak dan minyak yang terapung di permukaan larutan. Lemak dan minyak ini dihilangkan dengan tujuan agar tidak mengurangi daya hantar listrik dan juga permukaan kontak antara logam dasar dengan logam pelapis.

Larutan pencuci yang digunakan untuk menghilangkan karat yaitu terdiri dari 10% H2SO4. Asam sulfat merupakan asam yang sangat kuat sehingga mampu memutuskan ikatan antara logam dan oksidanya. Pada tahap ini peristiwa yang bisa diamati adalah terjadinya gelembung-gelembung dalam larutan dan juga larutan menajdi warna keruh akibat karat besi yang terlepas dari lempeng besi. Penghilangan karat ini bertujuan agar lapisan yang terbentuk relative lebih kuat dan tidak mudah mengelupas.

Pada tahap pelapisan, lempeng besi yang ditempatkan pada posisi katoda dan tembaga pada posisi anoda menyebabkan terbentuknya lapisan pada bagian katoda (bahan kerja). Pada praktikum ini kita menggunakan larutan elektrolit asam yang terdiri dari CuSO4 dan H2SO4. pH yang terukur pada larutan ini adalah 1.

Pada saat arus mengalir, maka akan terjadi reaksi kimia dalam system, yang mana ion postif dalam larutan akan bergerak mendekati kutub negative (katoda) dan ion negative akan bergerak mendekati kutub positif (anoda). Rekasi reduksi terjadi dikatoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Dalam hal ini, tembaga yang kita gunakan sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepaskan elektronnya. Sementara lempeng besi akan mengalami reduksi sehingga akan menerima electron.

Hasil pelapisan yang kita lakukan memiliki permukaan yang halus dan tidak mudah terlepas. Warna yang tebentuk adalah warna tembaga karena pelapisnya yang kita gunakan adalah tembaga. Sementara itu, hasil yang kita peroleh sangat tergantung pada beberapa factor yaitu Arus yang mengalir, pH, dan konsentrasi larutan, serta logam dasar itu sendiri.

X.          KESIMPULAN
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Pada proses ini, logam yang akan disepuh dijadikan katoda dan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektroda ini dicelupkan dalam larutan elektrolit garam dari logam penyepuh. Pada proses penyepuhan, di katoda akan terjadi pengendapan logam penyepuh dan anodanya akan larut terus menerus.



Daftar Pustaka

Dailami, Muhammad. 2010. Laporan Praktikum Elektrokimia, Elektroplating Lempeng Besi (Fe) dengan Logam Tembaga.  http://kimiaunipa.blogspot.com/2010/06/laporan-elektrokimia.html  download at:  25 Oktober 2014 09:54 am

Ariyanti, Titik. 2013. Elektroplating.  http://titikariyanti.blogspot.com/2013/02/elektroplating.html  download at:  25 Oktober 2014 09:56 am

Fathur, Wawan. 2013. Laporan Praktek Pelapisan.  http://awankboys.blogspot.com/2011/07/laporan-praktek-pelapisan.html  download at:  25 Oktober 2014 10:00 am